Penulis :Muhammad Raihan Hafizh
Topik : Plagiarisme
Jadi kesempatan kali ini
saya akan membahas tentang plagiarisme. Sebelumnya plagiarisme adalah suatu
perbuatan menjiplak ide, gagasan atau karya orang lain yang diakui sebagai
karya sendiri atau menggunakan karya orang lain tanpa menyebutkan sumbernya. Nah
saya akan memberitahukan salah satu kasus dari plagiarisme yaitu Profesor Anak
Agung Banyu Perwita, seorang dosen favorit dari Jurusan Hubungan Internasional
dari universitas Parahyangan. Dosen favorit itu ketahuan menjiplak tulisan
untuk dikirimkan sebagai artikel opini di surat kabar The Jakarta Post.
Tulisan bantu berjudul,
‘RI’s defense transformation’ diterbitkan di The Jakarta Post 14 juni 2009.
Setelah diamati baik – baik, ternyata banyu diketahui menjiplak tulisan karya
Richard A. Bitzinger berjudul, ‘Defense Transformation and The Asia Pacific:
Implication for regional Millitaries’ yang sudah diterbitkan di jurnal
Asia-Pacific Center for The Security Studies Volume 3 – Nomor 7, pada oktober
2004.
Banyu tidak hanya
menjiplak satu karja namun dia juga menjiplak karya dari seorang penulis asal
Australia, Carl Ungerer, berjudul, ‘The Middle Power, Concept in Australia
Foreign Policy.’ Dan telah dimuat di Australian Journal of Politics and History
Volume 53, pada 2007 dan banyu menjiplaknya dengan judul ‘ RI AS a New Middle
Power.’ Setelah kejadian itu banyu perwita dipecat dengan tidak hormat. Karena
banyu tak ingin dipermalikan akibat perbuatannya dan ia memilih mengundurkan
diri demi menyelamatkan sisa – sisa harga dirinya.
Dari kasus tersebut dapat
dilihat dampak dari melakukan plagiarisme. Dampak lain dari plagiarisme ini
juga membuat kita cenderung menjadi malas karena dapat mengandalkan karya orang
lain untuk dijiplak dan juga dapat menghambat kreatifitas dari seseorang.
Sumber :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan sopan dan jangan buang waktu untuk melakukan spam.
terima kasih telah berkomentar.